Prodi Informatika Universitas Widyatama terlibat dalam Penelitian Skala Internasional pembuatan aplikasi deteksi penyakit Kanker Berbasis Artificial Intelligency

Gambar 1. Aplikasi Deteksi Penyakit Kanker berbasis Kecerdasan Buatan
Program Rencana Kedua: Pengembangan Aplikasi Deteksi Penyakit Kanker
Program ini adalah pengembangan sebuah aplikasi deteksi penyakit kanker. Seperti yang diketahui, kanker merupakan salah satu penyakit paling mematikan karena dapat menyerang hampir seluruh bagian tubuh dan kerap berkembang dengan sangat cepat. Penyakit ini muncul ketika sel-sel tubuh tumbuh secara tidak terkendali, membentuk tumor, atau bahkan menyebar ke organ lain (metastasis).
Negara-negara dengan populasi besar seperti Indonesia, Malaysia, dan India menghadapi tantangan besar dalam bidang kesehatan, di mana kanker menjadi salah satu penyebab kematian utama. Meskipun rumah sakit tersebar luas di ketiga negara tersebut, akses terhadap sistem rekap medis digital yang andal dan sesuai standar masih belum merata. Banyak fasilitas kesehatan mengalami keterbatasan, baik dari segi biaya maupun kemampuan dalam mengembangkan sistem yang canggih.
Menanggapi tantangan tersebut, Universitas Widyatama membentuk komite penelitian bersama yang bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah aplikasi rekap medis yang sesuai dengan standar internasional. Aplikasi ini akan dibangun berdasarkan kerangka HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act) — standar regulasi dari Amerika Serikat yang mulai diberlakukan sejak tahun 1996 dan berfungsi untuk melindungi kerahasiaan serta keamanan informasi medis pasien.
Aplikasi yang dibuat nantinya akan disesuaikan dengan kabutuhan dan standar internasional antara lain sebagai berikut:
1. Melindungi privasi data pasien, terutama informasi kesehatan pribadi (PHI – Protected Health Information).
2. Mengatur cara data kesehatan disimpan dan dibagikan, khususnya secara elektronik.
3. Memberikan hak kepada pasien untuk mengakses dan mengontrol informasi kesehatannya sendiri.
4. Menetapkan standar keamanan dan kepatuhan untuk penyedia layanan kesehatan, perusahaan asuransi, dan pihak ketiga lainnya yang menangani data kesehatan.
Tabel 1.1 Tugas Komite tiga negara pada penelitian internasional
|
NO |
NEGARA |
DESKRIPSI TUGAS |
|
1 |
INDONESIA (UNIVERSITAS WIDYATAMA) |
Penelitian di Indonesia diwakili oleh Universitas Widyatama yang bertugas untuk membuat sebuah aplikasi sesuai kebutuhan internasional berbasis HIPPA |
|
2 |
Malaysia INTI IU Malaysia (INTI International University Malaysia) |
Proses penelitian ini diwaliki oleh kampus INTI IU Malaysia yang bertugas sebagai pembimbing, tujuannya adalah agar aplikasi yang dibuat berfokus pada pengujian dan pemantauan, dari hasil pengujian ini memastikan bahwa produk akhir memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. |
|
3 |
INDIA (Prasad V. Potluri Siddhartha Institute Of Technology) |
Para peneliti di INDIA Bertugas dalam membantu pengumpulan dataset, dimana dari data tersebut memiliki berbagai fungsi penting dalam proses pengembangan aplikasi serta analisis data. |
